Etiologi Kerusakan Integritas Kulit


etiologi-kerusakan-integritas-kulitSelain jaringan subkutan, kornea dan membran mukosa, kulit merupakan salah satu pengahalang untuk mencegah terhadap ancaman eksternal. Pertahanan ini selalu siap untuk mempertahankan tubuh dari zat berbahaya. Namun, jaringan ini dapat rusak oleh beberapa keadaan.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan cedera atau kerusakan jaringan termasuk trauma fisik seperti luka, cedera kimia seperti reaksi terhadap obat-obatan, terutama obat-obatan kemoterapi; radiasi; dan ischemia.

Beberapa bagian dari tubuh kita dapat memperbaiki diri jauh baik setelah mengalami masalah, namun yang lain tidak dapat memperbaiki sama sekali. Jika sudah demikian maka jaringan yang rusak dapat diganti oleh jaringan ikat. Jika jaringan yang rusak dibiarkan tidak diobati, orang tersebut berisiko terinfeksi sistemik dan atau nekrosis (kematian jaringan).


Kerusakan integritas kulit adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau beresiko terhadap kerusakan jaringan epidermis dan dermis. Batasan karakteristik mayor harus terdapat gangguan jaringan epidermis dan dermis. Batasan minor mungkin terdapat pemasukan kulit, eritema, lesi (Primer, skunder) pruritus.

 

Etiologi atau penyebab masalah kerusakan integritas kulit yaitu adanya warna kemerahan pada daerah luka, terjadi nekrosis sekitar ulkus. Diagnosa keperawatan kerusakan integritas kulit ini penulis prioritaskan sebagai prioritas ketiga karena menurut Maslow, integritas kulit masuk dalam kebutuhan keselamatan dan rasa aman yang terdapat pada piramida kedua.

Kerusakan integritas kulit juga diprioritaskan sebagai diagnosa ketiga setelah nutrisi karena dengan meningkatnya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat penyembuhan luka. Kerusakan integritas kulit terjadi karena kerusakan sel β yang menyebabkan produksi insulin berkurang dan mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa disekresi mukus, gula darah meningkat, darah menjadi pekat dan mengakibatkan kerusakan sistem vaskuler, terjadi gangguan fungsi imun, penurunan aliran darah menjadikan gangguan penyembuhan luka pada ulkus.

Batasan Karakteristik :

Kerusakan lapisan kulit
Kerusakan permukaan kulit
Gangguan struktur tubuh

Faktor yang berhubungan :

1. Eksternal :

Zat kimia
Perbedaan umur yang extreme
Kelembapan
Hipertermia
Hipotermia
Faktor mekanik (seperti pencukuran kulit, tekanan, pengekangan)
Pengobatan
Penguapan
Imobilisasi fisik
Radiasi

2. Internal :

Perubahan dalam status cairan
Perubahan dalam pigmentasi
Perubahan dalam turgor
Faktor-faktor perkembangan
Ketidakseimbangan status nutrisi (seperti obesitas, kurus)
Defisiensi imunologis
Gangguan sirkulasi
Gangguan status nutrisi
Gangguan sensasi
Gangguan pada skeletal

Kriteria Evaluasi (NOC):

Integritas Jaringan : Membran Kulit dan Mukosa
Penyembuhan Luka : Tujuan Primer
Penyembuhan Luka : Tujuan Sekunder

Intervensi keperawatan (NIC):

Perlindungan kaki
Perlindungan daerah incisi
Pengaturan posisi
Manajemen tekanan
Perawatan kulit : perawatan topical
Pengawasan pada kulit
Jahitan pada luka atau bedah
Traksi / perawatan imobilisasi
Perawatan luka